Yuk, Waspadai Kecurangan Transaksi Jual Beli di Pasar!

 232x dilihat

Pasar merupakan tempat untuk melakukan transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli. Dalam transaksi jual beli, pedagang dapat memperoleh untung untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Sedangkan pembeli memperoleh barang yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jual beli merupakan proses transaksi pemindahan hak pemilikan suatu benda antara pedagang dan pembeli yang didahului dengan akad jual beli. Dalam islam, jual beli dihalalkan berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 275, yang artinya:

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”

Dalam proses transaksi jual beli, untuk barang-barang tertentu biasanya menggunakan alat bantu dalam menentukan jumlah barang yang akan diperjualbelikan. Alat bantu tersebut digunakan untuk menakar dan menimbang barang. Dalam Metrologi Legal, alat tersebut disebut dengan Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya yang disingkat menjadi alat UTTP. Alat UTTP yang biasa digunakan untuk transaksi di pasar biasanya berupa timbangan meja, dacin, timbangan sentisimal, timbangan bobot ingsut, timbangan pegas dan timbangan elektronik.


Timbangan Elektronik

Timbangan Meja

Dacin

Timbangan Pegas

Timbangan Sentisimal

Timbangan Bobot Ingsut

Dalam transaksi jual beli, sering ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh pedagang agar memperoleh untung/laba yang sebanyak-banyaknya. Kecurangan merupakan perbuatan yang disengaja yang menimbulkan kerugian bagi orang lain. Kecurangan yang paling sering ditemukan dalam transaksi jual beli adalah pengurangan takaran timbangan yang dilakukan dengan sengaja oleh pedagang. Hal ini sangat merugikan konsumen. Untuk itu, pembeli / konsumen harus pintar mengenali kecurangan yang dilakukan oleh pedagang.


Pemberat berupa magnet yang diletakkan di bawah tembor timbangan meja.

Adanya magnet ini mengurangi jumlah berat beban yang seharusnya.

Peletakan magnet di bawah tembor ini sulit terlihat oleh pembeli.

Dalam mengurangi takaran timbangan, yang dilakukan pedagang adalah memberikan pemberat pada wadah penimbang yang tidak terlihat oleh pembeli. Hal ini mengakibatkan beban yg ditimbang lebih berat dari berat seharusnya. Pemberat yang biasa digunakan adalah, magnet , potongan besi dan batu. Sebagai konsumen, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kecurangan yang dilakukan oleh pedagang tersebut? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh konsumen untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh pedagang:

  1. Sebelum pedagang melakukan penimbangan, pastikan bahwa timbangan yang digunakan menunjukkan angka 0 (nol) untuk timbangan yang memiliki skala, seperti timbangan pegas, timbangan sentisimal, timbangan bobot ingsut, dacin dan timbangan elektronik.
  2. Pastikan bahwa tidak ada pemberat yang melekat di timbangan yang digunakan oleh pedagang.
  3. Periksa timbangan yang digunakan oleh pedagang apabila terlihat hal yang mencurigakan.
  4. Bila ditemukan kecurangan, laporkan ke pihak terkait seperti Unit Metrologi Legal setempat dan Badan Penyelenggara Sengketa Konsumen (BPSK) setempat.