Peran Perpustakaan Dalam Peningkatan Wawasan dan Pengetahuan Semua Pejabat Fungsional

 160x dilihat

Pendahuluan

Meningkatkan wawasan, keilmuan, pengetahuan merupakan upaya untuk membangun bangsa, negara menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Upaya meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bukanlah semata-mata tanggung jawab ranah pendidikan, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak. Namun demikian, bila kita berbicara tentang peningkatan wawasan, keilmuan dan pengetahuan tidak bisa lepas dari dunia pendidikan, pelatihan maupun pembinaan. Hal ini mencerminkan bahwa betapa pentingnya pendidikan, pelatihan dan pembinaan baik dalam lingkup kelembagaan maupun dalam lingkup keluarga.

Di dalam lingkup kelembagaan terkait dengan pendidikan, pelatihan dan pembinaan terdapat sarana yang amat penting perannya yaitu perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu instrumen dalam mencerdaskan dan mengembangkan wawasan setiap individu. Oleh karena dunia perbukuan baik secara cetak maupun buku elektronik yang terhimpun di perpustakaan adalah sumber pembelajaran. Sebagai sumber belajar, perpustakaan perlu diperhatikan dari berbagai aspek, antara lain aspek kemudahan dalam mengakses, aspek kenyamanan dalam peminjaman dan aspek keterkinian dalam penyediaan buku yang dibutuhkan oleh para pembaca atau penikmat buku.

Oleh karena itu, perlu menggalakkan kebiasaan membaca buku, baik buku cetak maupun buku elektronik bagi para pejabat fungsional, khususnya pejabat fungsional di bidang perdagangan. Hal ini penting karena kebiasaan membaca buku, khususnya buku-buku yang terkait dengan tugas dan fungsi pejabat fungsional sangat membantu bagi pejabat fungsional tersebut dalam melaksanakan pekerjaannya.

Betapa pentingnya fungsi perpustakaan dalam meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi para pejabat fungsional, sehingga keberadaan perpustakaan ini perlu diperhitungkan baik di lingkup instansi pusat, maupun di daerah atau bahkan di pedesaan sekalipun.

Perpustakaan di Masa Lalu

Jika kita berbicara perpustakaan, maka dapat kita ketahui bahwa kata perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka yang artinya kitab atau buku. Merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1989 tentang Perpustakaan Nasional RI, memberikan batasan pengertian perpustakaan yaitu bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestari bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan pembangunan nasional.

Perpustakaan pada masa lalu dapat diidentikkan dengan kumpulan atau tumpukan buku-buku yang ditata dan dipajang dalam satu ruangan dengan jenis dan rumpun dalam keilmuan tertentu. Para pelanggan perpustakaan hadir secara fisik langsung memilih buku-buku dalam katalog atau langsung melihat buku buku yang dipajang, kemudian memilihnya untuk dibaca di tempat baca yang telah disediakan. Kemudian yang bersangkutan mencatat hal yang dibutuhkan sebagai sumber referensi dari buku-buku yang telah dibaca tersebut.

Di samping dengan cara membaca langsung di perpustakaan tersebut, pelanggan perpustakaan biasanya meminjam buku yang hendak dibacanya secara keseluruhan dan buku tersebut dibawa ke rumah dalam peminjaman beberapa hari ke depan. Di masa lalu hal ini sudah sangat lazim dilakukan, sehingga disediakan buku khusus untuk peminjaman buku bagi para pelanggan dengan mematuhi tata tertib dan sanksi bila terjadi pelanggaran terhadap tata tertib peminjaman buku tersebut.

Perpustakaan di masa lalu sangat memerlukan  ruangan yang besar, luas, bersih dan nyaman dengan sirkulasi udara yang baik. Kenyamanan ruangan perpustakaan ini mutlak diperlukan karena untuk menjamin para pelanggan perpustakaan tetap sehat dan segar bugar setelah berjam-jam menikmati buku yang dibacanya.

Demikian sekilas, bila kita menengok kondisi perpustakaan di masa lalu, dimana kesan yang menempel adalah tempatnya para “kutu buku” berkumpul dan bercengkrama dengan buku-buku yang dipilihnya.

Perpustakaan di Masa Kini

Menurut Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Formasi Jabatan Fungsional Pustakawan, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Nah, betapa komprehensifnya ruang lingkup perpustakaan di masa kini.

Dewasa ini memang tidak dapat disangkal lagi bahwa perpustakaan dipandang sebagai institusi atau unit kerja di instansi yang dapat melayani kebutuhan masyarakat akan informasi dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya. Jika kita menyimak perkembangan perpustakaan di masa kini, terdapat dua jenis perpustakaan yaitu perpustakaan konvensional dan perpustakaan digital.

Perpustakaan konvensional adalah perpustakaan yang memiliki ruangan dan buku-buku serta sarana dan prasarana penunjang lainnya secara fisik nyata dan untuk mengaksesnya harus berkunjung ke lokasi perpustakaan tersebut. Sedangkan perpustakaan digital adalah perpustakaan yang tidak menggunakan ruangan atau tempat secara fisik, perpustakaan digital berada dalam sebuah portal atau aplikasi yang berada dalam dunia maya, para pelanggan perpustakaan tersebut dapat mengakses melalui tata cara dan aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola sehingga para pelanggan dapat mengakses perpustakaan digital ini kapan saja dan di mana saja, sebagaimana tata tertib yang ditetapkan oleh perpustakaan digital tersebut.

Terkait dengan tata kelola perpustakaan di Indonesia mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional, kecuali perpustakaan pribadi yang hanya diperuntukan untuk keperluan atau kepentingan pribadi.

Jadi perpustakaan di masa kini sangat komprehensif peran dan ruang lingkupnya, karena dengan pesatnya pertumbuhan perpustakaan digital maka para pelanggan dapat mengakses kebutuhannya selama 24 jam, sehingga bagi para pelanggan tidak lagi harus menunggu esok hari dibukanya perpustakaan. Kemudian pustakawan pun dapat memonitor pelanggannya di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan jaringan internet.

Di masa kini perpustakaan dapat juga menjadi wahana diskusi dan berbagi pengetahuan melalui aplikasi grup perpustakaan yang disediakan oleh pengelola perpustakaan tersebut, Sehingga peran perpustakaan di masa kini bagi semua pejabat fungsional yang ada di tanah air, tidak hanya sebagai sarana mencari referensi tetapi juga sebagai sarana mencari informasi dan berdiskusi dalam memperoleh solusi suatu problematika baik dalam ranah keilmuan maupun penerapan dalam langkah praktis guna peningkatan kinerja.

Transformasi Perpustakaan

Perpustakaan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan wawasan bagi seluruh pejabat fungsional yang ada umumnya dan khususnya bagi seluruh pejabat fungsional bidang perdagangan di bawah pembinaan Kementerian Perdagangan. Dalam hal ini sudah barang tentu keterlibatan pendidikan, pelatihan dan pembinaan pejabat fungsional tidak dapat dipisahkan. Peran Pendidikan, Pelatihan dan Pembinaan dengan perpustakaan sangat besar dalam mewujudkan peningkatan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi Pejabat Fungsional. Melalui pemanfaatan perpustakaan selain memperoleh informasi yang dibutuhkan juga dapat meningkatkan kecerdasan dalam bekerja dengan merubah dari kinerja rendah menjadi kinerja tinggi.

Perubahan atau transformasi perpustakaan sebagai sarana meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi pejabat fungsional, dapat diwujudkan dengan menempatkan peran penting perpustakaan bagi kebutuhan pejabat fungsional, antara lain yaitu:

  1. Menjadikan perpustakaan sebagai media konektivitas antara ilmu pengetahuan dan sumber informasi dengan para pejabat fungsional;
  2. Mendorong perpustakaan sebagai institusi atau unit kerja instansi dalam mengembangkan minat baca sekaligus budaya membaca bagi seluruh pegawai khususnya pejabat fungsional;
  3. Menjadikan perpustakaan sebagai wahana pembelajaran bagi seluruh pegawai khususnya pejabat fungsional;
  4. Menjadikan perpustakaan sebagai wahana penyedia informasi dan ilmu pengetahuan terkini yang mendukung peningkatan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi semua pegawai, dan khususnya pejabat fungsional; serta
  5. Menjadikan perpustakaan sebagai sarana yang dapat memotivasi dan memfasilitasi bagi semua pegawai, khususnya pejabat fungsional, dalam mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Nah, melalui transformasi atau perubahan peran perpustakaan ini, diharapkan dapat menjembatani dan mendorong peningkatan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi pejabat fungsional.

Penutup

Menyimak betapa pentingnya peranan perpustakaan dalam meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi pejabat fungsional, maka pembinaan dan pengembangan perpustakaan dengan menyelaraskan kemajuan teknologi yang kian pesat harus terus diupayakan untuk pengembangan budaya pejabat fungsional dalam minat baca dan pembelajaran. Di samping itu, pengembangan dan sosialisasi perpustakaan harus terus digalakkan sehingga perpustakaan merupakan sebuah kebutuhan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan. Perpustakaan perlu melakukan transformasi peran dalam meningkatkan wawasan, keilmuan dan pengetahuan bagi semua pegawai khususnya pejabat fungsional. Transformasi ke arah yang lebih menggairahkan kepada semua pihak dalam memanfaatkan perpustakaan. Kondisi atau suasana perpustakaan baik secara fisik maupun dalam dunia maya tidak menjenuhkan. Menjadikan perpustakaan sebagai wahana inovatif, kreatif dan edukatif serta menjadikan perpustakaan sebagai bagian kebutuhan pokok penting bagi semua pihak.