Pelaku Usaha IKM/UKM di Kabupaten Gianyar Dalam Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Ekspor dan Impor

 126x dilihat

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan aktivitas ekonomi perdagangan yang melibatkan negara-negara lain hingga perusahaan multinasional yang terdiri dari kegiatan ekspor dan impor, dimana perdagangan internasional ini diperlukan oleh setiap negara untuk memenuhi kebutuhannya di bidang ekonomi masing-masing.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional sendiri memiliki beberapa manfaat serta dampak terhadap perekonomian suatu negara maupun sosial dan politik.

Bentuk Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional memiliki bentuk antara lain :

  1. Perdagangan Internasional Bilateral
  2. Perdagangan Internasional Regional
  3. Perdagangan Internasional Multilateral

Faktor-faktor Pendorong Perdagangan Internasional

  1. Faktor perbedaan keadaan alam
    Keadaan alam suatu negara dengan negara lainnya tentu sangat berbeda, hal ini dipengaruhi oleh letak geografis suatu negara. Hal ini juga mempengaruhi sumber daya manusia di dalamnya, ketersediaan SDM maupun SDA inilah yang membuat negara-negara memberlakukan sistem perdagangan internasional.
  2. Faktor Ketertarikan dan kebutuhan
    Perdagangan internasional sendiri merupakan kegiatan ekonomi yang didapatkan melalui aktivitas impor atau ekspor. Apabila suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhan negaranya, dalam hal ini kebutuhan akan sebuah produk tidak dapat terpenuhi, maka negara tersebut dapat mengimpor produk yang diinginkan pada negara lain. Hal lain yang juga menjadi faktor pendorong perdagangan internasional adalah kebutuhan untuk memperluas target pasar. Sebagai seorang produsen, melakukan perluasan target usaha dapat menjadi salah satu cara alternatif apabila terjadi penumpukan barang produksi di dalam negeri.

Manfaat Serta Dampak Perdagangan Internasional

Kebijakan dari perdagangan internasional ini juga dapat memberikan manfaat bagi negara-negara yang menerapkannya. Salah satu manfaat perdagangan internasional adalah berperan penting pada pertumbuhan PDB suatu negara. Selain itu, dengan perdagangan internasional, ini akan membuka kesempatan bagi suatu negara untuk dapat memanfaatkan sumber daya negara lain dengan efektif. Perdagangan internasional dapat memberikan dampak serta manfaat secara global dengan:

  1. Membangun kerjasama antar negara
    Perdagangan Internasional memiliki dampak positif yang bermanfaat yaitu salah satunya dengan membentuk hubungan atau menjalin relasi kerjasama antara negara satu dengan negara lainnya. Melalui hubungan perdagangan internasional Bilateral, Regional dan Multilateral.
  2. Efisiensi produksi dan spesialisasi kerja
    Perdagangan internasional berdampak pada spesialisasi kerja masyarakat suatu negara dan sangat bermanfaat karena menjadikan negara memiliki spesialisasi dalam salah satu sektor ekonomi. Artinya negara maupun masyarakat akan memiliki keahlian atau kemampuan khusus yang lebih menjurus dan berbeda dengan negara-negara lain dalam menghasilkan suatu produk atau jasa.
  3. Penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi
    Dampak positif perdagangan internasional yaitu sebagai alat mobilitas IPTEK dari negara-negara maju ke negara berkembang. Adanya kebijakan perdagangan internasional ini memumgkinkan suatu negara dapat menjual/ekspor barang berbasis teknologi seperti mesin atau alat modern ke negara yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan akan teknologi tersebut.

Selain memiliki dampak positif, perdagangan internasional tentunya memiliki dampak negatif seperti:

  1. Menurunnya produksi sebuah negara
    Menurunnya produksi suatu negara ini dipengaruhi adanya persaingan industri negara yang satu dengan negara lainnya. Terutama produk luar negeri memiliki harga cenderung mahal dan lebih terkenal branding/nama dibandingkan dengan produk dalam negeri. Sehingga masyarakat akan lebih tergiur untuk membeli produk luar negeri karena memiliki branding yang sudah terkenal dan menyebabkan produk dalam negeri tidak dilirik sehingga berpengaruh pada menurunnya tingkat produksi barang negeri itu sendiri.
  2. Persaingan perdagangan internasional menyebabkan UMKM tertinggal
    Dampak negatif perdagangan internasional menyebabkan UMKM kesulitan untuk dapat bersaing di pasar. Selain itu, modal yang terbatas juga seringkali menjadi masalah utama bagi para pemilik industri kecil. Dengan adanya aktivitas perdagangan internasional akan berpotensi memperkecil peluang berkembang industri kecil.
  3. Ketergantungan terhadap negara lain
    Dari sisi pemenuhan kebutuhan, negara berkembang biasanya memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi pada negara-negara produsen atau negara dengan teknologi industri maju. Seperti yang diketahui, produksi barang elektronik dan otomotif sampai sekarang masih dikuasai oleh negara-negara maju, dan negara berkembang selalu menjadi konsumen saja.

Hambatan Perdagangan Internasional

Daya saing produksi guna menjaga mutu kualitas dan kuantitas yang transparan dan akuntabel, dengan berdaya saing dalam usaha ekspor impor.

  1. Kebijakan pemerintah sekalipun memberikan dukungan kebebasan untuk melakukan ekspor impor, akan tetapi lebih mengutamakan produk IKM/UKM guna membantu ekonomi kerakyatan di dalam berdaya saing dalam pemasaran internasional dengan menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi.
  2. Kurangnya promosi produksi bagi IKM/UKM dalam memasarkan hasil produksinya ke pasar internasional, guna berdaya saing secara transparan, akuntabel dan profesional.
  3. Terdapat bermacam bentuk usaha yang dapat menghambat arus masuk barang ke dalam negeri tetapi sifatnya bukan dalam bentuk pungutan misalnya adanya penerapan kuota, penentuan standar produk, kebijakan pelanggaran, sampai dengan aturan tetap tentang masalah kesehatan serta berbagai isu yang berhubungan dengan lingkungan.
  4. Pembatasan jumlah kuantitas ini dilakukan dengan membatasi jumlah barang atau kuota yang diizinkan untuk diimpor dalam satu periode waktu tertentu.
  5. Pelayanan SKA pada IPSKA Kabupaten Gianyar melakukan ekspor ke beberapa Negara yang memiliki sifat kerjasama atau hubungan Bilateral, Regional serta Multilateral ke beberapa Negara ASIA, Eropa, Jepang, dan sebagainya. Yang mana merupakan salah satu sektor pemasukan devisa negara.

Terjadinya perdagangan internasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keinginan suatu negara untuk memenuhi segala kebutuhan dalam negeri, keinginan suatu negara untuk mendapatkan penghasilan pendapatan yang berlebih, dan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam mengelola sumber daya ekonomi yang berbeda oleh masing-masing negara.