Metrologi dalam Teknologi: Kecil, Pintar, Tukang Ukur (Smartwach) bagian 2

 97x dilihat

Kecil, pintar, tukang ukur. Kira-kira apa yang kalian pikirkan pertama kali jika mendengar kata-kata tersebut? Mungkin ada yang memikirkan seorang penera, juru timbang, atau bahkan tukang ukur tanah. Mereka memang tukang ukur, mereka pintar, tapi mereka tidak kecil. Ini adalah sebuah benda canggih. Benda kecil yang dimaksud adalah smartwatch atau jam tangan pintar. Pada majalah KOMPETEN volume I nomor 1 tahun 2022 menjelaskan apa saja sistem kerja dari beberapa jenis pengukuran yang dapat dilakukan oleh smartwatch. Edisi kali ini, masih menjelaskan apa saja sistem kerja dari smartwatch, di antaranya yaitu:

Pengukuran Tekanan Udara dan Ketinggian

Smartwatch saat ini banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan ekstrem seperti hiking maupun trail running. Pada kegiatan outdoor salah satu hal penting adalah navigasi, antara lain tahu di mana lokasi/posisi dan berapa ketinggian dari lokasi tersebut. Dengan menggunakan GPS pada smartwatch sebenarnya sudah dapat mengetahui lokasi/posisi dan juga ketinggian lokasi, namun terkadang pada suatu titik tertentu sinyal GPS tidak terlalu bagus, sehingga pengukuran tidak akan akurat. Oleh karena itu saat ini pada beberapa brand dan tipe smartwatch sudah dilengkapi dengan air-pressure (barometric) sensor.

Barometer pada dasarnya adalah alat untuk mengukur tekanan udara/atmosfer pada suatu titik lokasi. Perangkat ini bisa juga digunakan untuk meramalkan cuaca. Tekanan udara yang lebih tinggi biasanya menandakan langit yang cerah, ketika perlahan-lahan turun, langit yang cerah dapat berubah menjadi hujan, dan ketika tekanan udara menurun dengan cepat, biasanya dapat terjadi badai. Pada smartwatch tekanan udara ditampilkan dengan satuan hPa.

Gambar 1. Contoh tampilan pengukuran tekanan udara pada smartwatch.

Barometer pada smartwatch juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian suatu lokasi. Tekanan udara akan menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian suatu lokasi. Nilai perubahan tekanan udara ini yang kemudian dikonversi menjadi ketinggian. Sebagai gambaran, tekanan udara rata-rata 1013 hPa di permukaan laut.

Gambar 2. Contoh tampilan grafik perubahan ketinggian pada smartwatch (sumbu x = waktu (menit);  y = ketinggian (m)).

Pengukuran Kecepatan

Pada saat berlari, berjalan maupun bersepada salah satu parameter yang diukur adalah kecepatan. Berapa kecepatan rata-rata pada saat melakukan aktivitas tersebut. Salah satu yang dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat performa bagi atlet khususnya atlet lari adalah kecepatan (pace). Pengukuran kecepatan merupakan pengukuran tidak langsung karena membutuhkan nilai atau data dari hasil pengukuran lainnya. Data yang dibutuhkan untuk mengetahui kecepatan antara lain, jarak dari suatu aktivitas dan waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Sebagai contoh jika seseorang berlari sejauh 5 km dengan waktu 30 menit, maka kecepatan (pace) rata-ratanya adalah 6:00 menit/km artinya untuk menempuh jarak 1 km orang tersebut membutuhkan waktu selama 6 menit. Selain waktu rata-rata yang ditampilkan, pada smartwatch juga menampilkan data split kecepatan untuk setiap km dan juga dapat menampilkan grafik perubahan kecepatan dari mulai awal sampai dengan akhir aktivitas.

Gambar 3. Contoh tampilan grafik pengukuran kecepatan (pace) pada smartwatch (sumbu x = waktu (menit);  y = kecepatan (min/km)).

Pengukuran Jumlah Kalori

Kalori yang dimaksud di sini adalah jumlah energi yang digunakan pada saat melakukan suatu aktivitas. Bagi seseorang yang sedang melakukan suatu program diet, jumlah kalori ini cukup penting untuk dipantau karena pada saat melakukan program diet jumlah kalori yang masuk (berasal dari makanan/minuman yang dikonsumsi) setidaknya harus kurang dari jumlah kalori yang keluar (berasal dari Basal Metabolic Rate (BMR) dan dari aktivitas harian maupun dari aktivitas olahraga). Sama halnya seperti pengukuran kecepatan, pengukuran jumlah kalori pada smartwatch merupakan jenis pengukuran tidak langsung karena membutuhkan data dari hasil pengukuran lainnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya jumlah kalori yang terukur pada smartwatch antara lain berat badan, tinggi badan, umur, jenis aktivitas, tingkat/intensitas aktivitas (dapat diketahui dari heart rate), waktu aktivitas, dan lain-lain. Satuan ukuran yang digunakan dalam pengukuran kalori adalah Cal atau kkal.

Gambar 4. Tampilan pengukuran kalori dari aktivitas harian pada smartwatch.

Selain dari beberapa jenis pengukuran yang disebutkan diatas, ada beberapa tipe smartwatch yang mampu melakukan pengukuran suhu tubuh, VO2max, tekanan darah, tingkat kebugaran, tingkat stress, dan pengukuran lainnya. Perkembangan teknologi semakin pesat, mempermudah kita dalam melakukan berbagai hal. Jika beberapa tahun yang lalu fungsi dari jam hanya untuk menunjukan waktu, sekarang benda kecil ini mampu melakukan banyak hal termasuk memantau aktivitas harian, hingga mampu memantau tingkat kesehatan seseorang. Selain itu, smartwatch juga digunakan dalam membantu program latihan dari para atlet untuk mencapai performa maksimal pada saat pertandingan. Namun satu hal yang perlu diingat, tingkat akurasi dalam pengukuran pada smartwatch masih belum terlalu akurat. Tingkat akurasi dari smartwatch salah satunya tergantung dari sensor yang digunakan. Beberapa brand atau merk smartwatch yang lebih terkenal dan harga yang lebih tinggi mungkin saja memiliki tingkat akurasi pengukuran yang lebih tinggi. Ilmu pengukuran digunakan dalam berbagai aktifitas. Pengukuran tidak terikat waktu dan ada di semua lini kehidupan. Ilmu pengukuran semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi, menjadikan yang sulit menjadi mudah. Jika semua dapat terukur mungkin hidup akan lebih teratur.